Jumat, 26 Oktober 2012
Muslimah Trainer Indonesia: Rabbi... Tetap Dekap Hamba-Mu
Muslimah Trainer Indonesia: Rabbi... Tetap Dekap Hamba-Mu: Jika aku bisa berkata jujur... Akan kutakan padamu... Sungguh.... Aku punya hati yang ingin bahagia, Dan jika kau beri aku waktu un...
Sabtu, 17 Desember 2011
UJI RELIABILITAS KUESIONER PENELITIAN
PENGERTIAN
- Uji reliabilitas adalah uji untuk memastikan apakah kuesioner penelitian yang akan dipergunakan untuk mengumpulkan data variabel penelitian reliabel atau tidak. Kuesioner dikatakan reliabel jika kuesioner tersebut dilakukan pengukuran berulang, akan medapatkan hasil yang sama.
CARA PENGUJIAN RELIABILITAS KUESIONER PENELITIAN
- Pengujian reliabilitas kuesioner dapat dilakukan secara eksternal dan internal
- Secara eksternal cara pengujian reliabilitas kuesioner penelitian ada tiga cara:
- Teknik pengukuran ulang (test-retest)
- Teknik belah dua
- Teknik paralel
TEKNIK PENGUKURAN ULANG (TEST-RETEST)
- Untuk melakukan uji reliabilitas kuesioner dengan teknik pengukuran berulang dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Kuesioner diujicobakan sebanyak dua kali dengan responden yang sama, namun pada waktu yang berbeda
- Selang waktu antara pengukuran pertama dan kedua sebaiknya antara 15 – 30 hari, jika kurang dari 15 hari dikuatirkan responden masih ingat terhadap jawaban yang telah diberikan, dan jika lebih dari 30 hari dikuatirkan terjadi perubahan pada fenomena yang diukur
- Hasil pengukuran pertama dan kedua dikorelasikan dengan korelasi product moment
- Kuesioner dikatakan reliabel, jika hasil “r” hitung lebih besar dari “r” tabel
TEKNIK BELAH DUA
- Teknik belah dua uji reliabilitas kuesioner penelitian adalah sebagai berikut:
- Mengujicoba kuesioner kepada responden, kemudian dihitung validitas itemnya. Item yang valid dikumpulkan jadi satu, item yang tidak valid dibuang
- Membagi item yang valid menjadi dua dengan cara random, separo masuk kelompok pertama dan sepro berikutnya masuk kelompok kedua
- Skor untuk masing-masing kelompok ditotal, sehingga ada total kelompok pertam dan total kelompok kedua
- Mengkorelasikan skor total kelompok pertama dan skor total kelompok kedua dengan korelasi product moment
- Angka korelasi belah dua akan lebih rendah dengan angka korelasi total (tidak dibelah), untuk menghitung angka korelasi total digunalakan rumus
- Kuesioner dikatakan reliabel jika, angka korelasi belah dua lebih rendah dari angka korelasi total
TEKNIK PARALEL
- Teknik ini disebut juga equivalent form atau alternatitive form, adapun langkahnya sebagai berikut:
- Membuat dua kuesioner yang digunakan untuk mengukur aspek yang sama
- Kedua kuesioner diberikan pada responden yang sama, kemudian dicari validitasnya
- Untuk memnghitung reliabilitas perlu mengkorelasikan skor total dari kedua jenis kuesioner tersebut
- Teknik korelasi yang dipakai adalah korelasi product moment
- Kuesioner dikatakan reliabel jika nilai “r” hitung lebih besar dari “r” tabel
UJI INTERNAL
- Secara internal, pengujian reliabilitas kuesioner dilakukan dengan mengujicoba kuesioner sekali saja, kemudian dilakukan analisis untuk memprediksi reliabilitas kuesioner tersebut. Teknik analisis yang dapat dipergunakan untuk memprediksi reliabilitas kuesioner adalah:
- Teknik belah dua Spearman Brown (split half)
- Rumus KR 20 (Kuder Richardson)
- Rumus KR 21 (Kuder Richardson)
- Analisis varians Hoyt (Anova Hoyt)
- Alfa Cronbach
Secara umum dapat dikatakan bahwa, uji reliabilitas kuesioner penelitian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
- Repeated Measured (pengukuran berulang)
- One shot (sekali ukur)
- Repeated Measured (pengukuran berulang) dapat dilakukan dengan cara: test-retest, equivalent dan gabungan keduanya. Terdapat tiga pilihan korelasi untuk teknik uji ini: Korelasi produk moment dari Pearson, Kendall’s tau-b dan Spearman. Untuk menentukan kuesioner reliabel dengan cara membandingkan nilai “r” hitung dan “r” tabel, jika nilai “r” hitung lebih besar dari “r” tabel, maka kuesioner dinyatakan reliabel
- Metode one shot dapat dilakukan dengan software SPSS, dengan interpretasi sebagai berikut: untuk keputusan kelompok, variabel dikatakan reliabel jika mempunyai koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,5 atau lebih, sedangkan untuk pengambilan keputusan individu, maka reliabilitas yang diperbolehkan adalah sebesar 0,90
REFERENSI
- Sugiyono, 2010, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta
- Singarimbun, 1989, Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES
- Pratista, 2005, Aplikasi SPSS 10.05 dalam Statistik dan Rancangan Percobaan, Bandung: Alfabeta
Sabtu, 11 Juni 2011
URAIAN MATERI KIMIA KELAS XII
1. Gas Mulia
Unsur-Unsur Gas Mulia
2. Unsur-Unsur Halogen
a. Sifat Halogen
b. Sifat Fisika Dan Sifat Kimia Unsur Halogen
c. Hidrogen, Klor, Brom Dan Iodium
3. Unsur-Unsur Alkali
a. Sifat Golongan Unsur Alkali
b. Sifat Fisika Dan Kimia
c. Pembuatan Logam Alkali
4. Unsur-Unsur Alkali Tanah
a. Sifat Golongan Unsur Alkali Tanah
b. Sifat Fisika Dan Kimia Unsur Alkali Tanah
c. Kelarutan Unsur Alkali Tanah
d. Pembuatan Logam Alkali Tanah
e. Kesadahan
5.
Unsur-Unsur Periode Ketiga
Sifat-Sifat
Periodik, Fisika Dan Kimia6. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat
a. Pengertian Unsur Transisi
b. Sifat Periodik
c. Sifat Fisika Dan Kimia
d. Sifat Reaksi Dari Senyawa-Senyawa Krom Dan Mangan
e. Unsur-Unsur Transisi Dan Ion Kompleks
7. Gas Hidrogen
a. Sifat Fisika Dan Kimia
b. Pembuatan
URAIAN MATERI KIMIA KELAS XI
1. Larutan
a. Larutan
b. Konsentrasi Larutan
2. Eksponen Hidrogen
a. Pendahuluan
b. Menyatakan pH Larutan Asam
c. Menyatakan pH Larutan Basa
d. Larutan Buffer (penyangga)
e. Hidrolisis
e.1. Garam Yang Terbentuk Dari Asam Kuat Dan Basa Lemah
e.2. Garam Yang Terbentuk Dari Asam Lemah Dan Basa Kuat
3. Teori Asam-Basa Dan Stokiometri Larutan
a. Teori Asam Basa
b. Stokiometri Larutan
4. Zat Radioaktif
a. Keradioaktifan Alam
b. Keradioaktifan Buatan, Rumus Dan Ringkasan
5. Kimia Lingkungan
Kimia Lingkungan
6. Kimia Terapan Dan Terpakai
Kimia Terapan Dan Terpakai
7. Sifat Koligatif Larutan
a. Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit
a.1. Penurunan Tekanan Uap jenuh Dan Kenaikkan Titik Didih
a.2. Penurunan Titik Beku Dan Tekanan Osmotik
b. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
8. Hasil Kali Kelarutan
a. Pengertian Dasar
b. Kelarutan
c. Mengendapkan Elektrolit
9. Reaksi Redoks Dan Elektrokimia
a. Oksidasi - Reduksi
b. Konsep Bilangan Oksidasi
c. Langkah-Langkah Reaksi Redoks
d. Penyetaraan Persamaan Reaksi Redoks
e. Elektrokimia
f. Sel Volta
g. Potensial Elektroda
h. Korosi
i. Elektrolisis
j. Hukum Faraday
10. Struktur Atom
a. Pengertian Dasar
b. Model Atom
c. Bilangan-Bilangan Kuantum
d. Konfigurasi Elektron
11. Sistem Periodik Unsur-Unsur
Sistem Periodik Unsur-Unsur
a. Peranan Elektron Dalam Ikatan Kimia
b. Ikatan ion = Elektrovalen = Heteropolar
c. Ikatan Kovalen = Homopolar
d. Ikatan Kovalen Koordinasi = Semipolar
e. Ikatan Logam, Hidrogen, Van Der Walls
f. Bentuk Molekul
13. Hidrokarbon
a. Hidrokarbon termasuk senyawa karbon
b. Kekhasan atom karbon
c. Klasifikasi hidrokarbon
d. Alkana
e. Isomer alkana
f. Tata nama alkana
g. Alkena
h. Alkuna
i. Beberapa hidrokarbon lain
URAIAN MATERI KIMIA KELAS X
1.
Stoikiometri
a. Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia
b. Massa Atom Dan Massa Rumus
c. Konsep Mol
d. Persamaan Reaksi
a. Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia
b. Massa Atom Dan Massa Rumus
c. Konsep Mol
d. Persamaan Reaksi
2.
Hitungan Kimia
Hitungan Kimia
Hitungan Kimia
3.
Termokimia
a. Reaksi Eksoterm Dan Rekasi Endoterm
b. Perubahan Entalpi
c. Penentuan Perubahan Entalpi dan Hukum Hess
d. Energi-Energi Dan Ikatan Kimia
4.
Sistem Koloid
a. Sistem Dispers Dan Jenis Koloid
b. Sifat-Sifat Koloid
c. Elektroforesis Dan Dialisis
d. Pembuatan Koloid
a. Sistem Dispers Dan Jenis Koloid
b. Sifat-Sifat Koloid
c. Elektroforesis Dan Dialisis
d. Pembuatan Koloid
5.
Kecepatan Reaksi
a. Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi
b. Orde Reaksi
c. Teori Tumbukan Dan Keadaan Transisi
d. Tahap Menuju Kecepatan Reaksi
e. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi
a. Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi
b. Orde Reaksi
c. Teori Tumbukan Dan Keadaan Transisi
d. Tahap Menuju Kecepatan Reaksi
e. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi
6.
Kesetimbangan Kimia
a. Keadaan Kesetimbangan
b. Hukum Kesetimbangan
c. Pergeseran Kesetimbangan
d. Pengaruh Katalisator Terhadap Kesetimbangan Dan Hubungan Antara Harga Kc Dengan Kp
e. Kesetimbangan Disosiasi
a. Keadaan Kesetimbangan
b. Hukum Kesetimbangan
c. Pergeseran Kesetimbangan
d. Pengaruh Katalisator Terhadap Kesetimbangan Dan Hubungan Antara Harga Kc Dengan Kp
e. Kesetimbangan Disosiasi
Langganan:
Postingan (Atom)